Bahkan Anthropic Menyerah pada Workday: Benteng Tersembunyi dari SaaS "Boring"
James di sini, CEO Mercury Technology Solutions. Taipei - 29 Januari 2026
Dalam 24 jam terakhir, sebuah tweet dari seorang karyawan Anthropic memicu perdebatan menarik. Pengungkapannya?Anthropic menggunakan Workday.
Bagi mereka yang belum merasakan "kenikmatan" menggunakan Workday, izinkan saya menjelaskan: Ini dianggap sebagai salah satu sistem perusahaan yang paling canggung dan kurang intuitif yang ada. Pengalaman pengguna (UX) terasa seperti terjebak di awal tahun 2000-an. Ini menimbulkan pertanyaan yang jelas:"Jika Anthropic memiliki Claude, yang dapat menulis aplikasi lengkap dalam hitungan menit, mengapa mereka tidak membangun sistem HR mereka sendiri yang lebih baik?"
Jawabannya membunuh narasi "SaaS sudah mati".
1. "Kode" Bukanlah Produk
Kelompok "SaaS sudah mati" berpendapat bahwa karena AI menurunkan biaya pengkodean menjadi nol, tidak ada yang akan membayar untuk perangkat lunak lagi. Semua orang hanya akan "meminta" alat CRM atau HR mereka sendiri untuk ada.
Ini adalah pemahaman yang mendasar tentang apa itu Enterprise SaaS sebenarnya.Enterprise SaaS bukan tentang perangkat lunak. Ini tentang Penyerapan Liabilitas.
2. Parit adalah Kompleksitas, Bukan Utilitas
Mengapa Anthropic tidak membangun platform HR-nya sendiri? Karena platform HR bukan hanya sekadar basis data nama karyawan. Ini adalah mesin hukum waktu nyata.
Untuk membangun sistem HR yang mematuhi peraturan, Anda tidak hanya memerlukan Python; Anda perlu mengkodifikasi:
- Undang-undang ketenagakerjaan di 50 negara bagian AS.
- Regulasi ketenagakerjaan di lebih dari 100 negara.
- Kode pajak yang berubah setiap kuartal.
- Struktur manfaat kesehatan yang diperbarui setiap tahun.
Risiko:Satu klasifikasi yang salah antara kontraktor dan karyawan dapat mengakibatkan gugatan senilai tujuh digit. Realitas: Tidak ada tim teknik yang ingin menanggung risiko itu.
Moat Workday bukanlah UI-nya yang (buruk). Moat mereka adalah bahwa mereka memiliki pasukan pengacara dan akuntan yang memperbarui backend setiap kali undang-undang pajak berubah di Ohio atau Prancis. Anda tidak membayar Workday untuk perangkat lunak. Anda membayar mereka untuk menangani Kompleksitas Regulasi sehingga Anda tidak perlu melakukannya.
3. Pemeliharaan > Penciptaan
Setiap insinyur senior tahu bahwaMenulis kode adalah bagian yang mudah. Memelihara kode adalah hal yang sulit.
Jika Anthropic membangun alat HR mereka sendiri, mereka akan membutuhkan tim khusus hanya untuk memperbaiki sistem setiap kali pemerintah setempat mengubah regulasi penggajian. Itu adalah "Utang Pemeliharaan" yang tidak memberikan keuntungan kompetitif apapun bagi misi inti mereka dalam membangun AGI.
Di Era AI, pembungkus SaaS yang "Tipis Fitur" akan mati. Namun, SaaS yang "Beban Kepatuhan Tinggi" —sistem yang membosankan dan tidak menarik yang menangani pajak, hukum, dan logistik—akan menjadi semakin mengakar.
4. Kebangkitan FDE (Engineer yang Diterapkan Secara Langsung)
Ini membawa saya pada wawasan karir. Jika pemrograman murni sedang dikomoditaskan, di mana letak nilainya?
Ini terletak di persimpangan antara Keterampilan Teknisdan Pengetahuan Domain. Kami optimis tentang peran FDE (Forward Deployed Engineer). Ini adalah insinyur yang tidak hanya menulis kode; mereka memahami "Hal-Hal Membosankan"—hukum pajak, logistik rantai pasokan, protokol kepatuhan medis.
- Seorang pengkode dapat membuat sebuah formulir.
- Seorang FDE tahu mengapa formulir tersebut memerlukan penafian khusus untuk pengguna di California.
Kesimpulan: Membosankan itu Aman
Anthropic yang menggunakan Workday adalah validasi tertinggi bahwa SaaS tidak mati. Ini hanya sedang membelah. Jika SaaS Anda hanya menawarkan "UI," AI akan menggantikan Anda. Jika SaaS Anda menawarkan "Perlindungan Regulasi," Anda abadi.
Jangan bertaruh melawan hal-hal yang membosankan.
Mercury Technology Solutions: Mempercepat Digitalitas.
Originally published on MTS Blog & Research